5 Tanaman Obat Di Sekitarmu



Penulis : Daimul Umam
Editor : Choiruddin

Yuk disimak 5 jenis tanaman yang hidup disekitarmu yang dapat digunakan obat mulai dari kencing manis, hipertensi, diabetes dan lain sebagainya. 

foto : Instagram

  1. Sambiloto

Sambiroto dijuluki sebagai “King of bitter”, karena semua bagian tanaman ini berasa sangat pahit. Sambiloto berwakaan terna tegak, tinggi 40-90 cm, dengan keanekaragamn sangat kecil. Sambiroto tumbuh di india semenanjung malaya, dan hampir di seluruh Nusantara. Sambiroto tumbuh liar di tepi jalan, ladang kosong, serta tempat terbuka lain, pada ketinggian 1-700 mdpl.

Bagian tanaman yang digunakan adalah herba. Herba sambiroto mengandung zat pait jenis diterpen lakton: androgafolid, isoandrogafolit, deoksiandrografolid. Glikosida diterpen: androgafisid, deogsidrografolid, neondrografolid, bisandrografolid. Andrografolid dalam sambiloto berkhasiat sebagai antidiabetes, sedangkan neondrografolid berkhasiat sebagai anti-inflamasi dan hepatoprotektor. Disisi lain, senyawa deoksiandrografolid berkhasiat sebagai imunostimulan. Sambiloto sebagainya tidak dikonsumsi oleh iu selama masa kehamilan dan menyusui, karena menyebabkan pertumbuhan tuang dan janin menjadi abnormal. Sambiloto sebaiknya juga janngan dikonsumsi bersama-sama dengan obat-obat anti pembekuan darah, karena akan terjadi interaksi yang merugikan.

foto : Instagram

  2. Rosella

Tanaman ini diperkirakan berasal dari Asia (India hingga Malaysia) atau Afrika tropis kemudian menyebar hingga Amerika Tengah. Rosella dapat tumbuh diberbagai kondisi tanah, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi sekitar 1.250 mdpl.

Rosella mengandung flavonoid seperti hibiscitin dan hibiscetin, sedang kelopak keringfoto : Instagram

 bunga Rosella mengandung flavonoid (Gossipetin, hibicentin, antisianin, asam sitrat, galaktosa, pectin. Teh Rosella dapat untuk hipertensi, anti inflamasi, dan kanker.

foto : Instagram

  3. Melati

Melati mengandung asam format, asam benzot, asam asetat, linaool, asam salisilat, benzil linalool ester, mentil anthranilat, sesqueterpen, sesquiterpen alkohol, fitol, isofitol, fitilasetat, henexyl benzoat, metil palmitat, metil linolenat, garan linaloal, jasmone. Bunga Melati mengandung minyak atsiri, daun dan akarnya mengandung saponin, flavonoid dan polifenol.

Daun Melati dapat digunakan untuk mengatasi kelebihan ASI, sakit mata, demam, sakit kepala, sesak napas. Bunga Melati sebagai obat nyeri haid dan bahan kosmetika. Akar Melati digunakan untuk mengobati insomnia (susah tidur), keseleo, cacingan, sakit gigi, vertigo dan rasa sakit pada penderita patah tulang (fraktur) dapat diobati dengan ramuan akar melati.

 

foto : Instagram

  4. Mengkudu

Mengkudu mudah berkembangbiak secara generatif menggunakan bijinya. Untuk perbanyakan sebaiknya diambil biji dari buah yang sudah matang sempurna. Biji dikecambahkan terlebih dahulu atau langsung ditanam di lahan. Tanaman ini tidak terlalu membutuhkan pemeliharaan yang intensif. Pada kondisi lingkungan subur dan berdranainasi baik, tanaman akan tumbuh dengan optimal. Tanaman akan berbuah setelah berumur 3-4 tahun, dan di daerah tropis Mengkudu biasanya akan berbuah sepanjang musim.

Buah mengkudu mengandung minyak atsiri kavron, asam kaprilat, morindadiol, soranidiol, dan beberapa turunan antrakinon. Buah Mengkudu secara empiris digunakan untuk pengobatan hipertensi, diabetes meletus, dan asam urat dan banyak lainnya.

 

foto : Instagram

  5. Kemangi

Kemangi telah digunakam ribuan tahun sebagai bumbu masakan obat. Memiliki khasiat terutama pada sisitem pencernaan dan saraf, mengurangi perut kembung, kram perut, kolik dan gangguan pencernaan. Daun dan pucuk yang telah bunga sebagai antispasmodik, aromatik, karminatif, pencernaan, galaktogog, obat perut dan tonik, pengobatan penyakit terutama demam (terutama pilek dan influenza), memperbaikai pencernaan yang buruk, mual, kram perut, gastro-enteritis, migrain, insomnia, depresi dan kelelahan.’

Sebagai obat luar digunakan untuk mengobati jerawat, menghilangkan bau, sengatan serangga, gigitan ular dan infeksi kulit. Daun dapat dipanen sepanjang musim pertumbuhsn dan digunakan segar atau kering. Mucilage biji diberikan dalam infus digunakan dalam pengobatan gonora, disentri dan diare kronis. Akar digunakan dalam pengobatan keluahan usus pada anak-anak. Ekstarknya dari tumbuhan ini memiliki aktifitas bakteriasidal dan juga efektif terhadap parasit internal. Minyak esensial yang digunakan dalam aromaterapi. Selain itu kemangi secara luas digunakan dalam kosemtik, parfum, shampoo, dan sabun.

Daftar Pustaka : Kementrian Kesehatan RI. 2015. 100 Tanaman Obat. Jakarta: Kemenkes RI

Posting Komentar

0 Komentar