Peran KH Bisri Mustofa dalam Menjalankan Dakwah Di Kalangan Masyarakat Rembang

 


PERAN K.H. BISRI MUSTOFA DALAM MENJALANKAN DAKWAH DI KALANGAN MASYARAKAT REMBANG.

NAMA: Salamatun Nisa’

ALAMAT: Rembang

Peranan agamawan seperti kyai dari kalangan maasyarakat mempunyai peran sosial yang sangat penting. Sosok kyai berikut institusi sosial-budanya (pesantrennya) sedikit banyak mempengaruhi perkembangan kondisi sosial pada masa pasca kemerdekaan. Meskipun sebelum ittu pesantren sendiri sudah jauh hari terlibat dalam pengembangan kebudayaan Islam-tradisionalis. Tentu tak mudah menutup mata dari perjalanan historis Islam-pribumi tanpa mengaitkannya dengan institusi kultural pesantren di Indonesia. Pesantren yang sering disebut oleh masyarakat sebagai Lembaga tradisional tidak luput dari jangkauan proses transformasi sosio-kultural di suatu wilayah. Kemampuan Lembaga yang dijuluki tradisional itu untuk mempertahankan eksistensinya telah menunjukkan keberhasilannya dalam perjalanan transformasi sosio-kultur yang ditempuhnya. Eksistensinya sebagai Lembaga tak luput dari seorang pengampu atau pemimpin di dalamnya.

Posisi kyai tidak saja diagungkan dikalangan santri, tapi juga sangat berpengaruh dikalangan masyarakat dalam pengembangan tradisi sebagai identitas kulturnya. Proses pengembangan ini bersamaan dengan dimulainya Gerakan dakwah-dakwah kecil hingga pengajian-pengajian kitab yang melibatkan khalayak umum serta instirusi pesantren yang dibuatnya dalam pengembangan keilmuwan.dalam artian masyarakat ikut andil dalam proses ini. Konteks masyarakat islam tradisional, K.H. Bisri Mustofa sangat berpengaruh dalam pengembangan tersebut, baik yang terkait dalam pesantren maupun masyarkat pada umumnya.

K.H. Bisri Mustofa adalah figure kyai yang alim dan kharismatik. Pediri pondok pesantren Raudlatut Thalibin Rembang Jawa Tengah ini, dilahirkan di Kampung, Sawahan, Gang Palen, Rembang Jawa Tengah pada tahun 1915. Semula, oleh orangtuanya, H. Zaenal Mustofa Chotijah, ia diberi nama Mashadi, ketiga, ketiga saudaranya yang lain adalah, Salamah (Aminah), Misbah, dan Ma’sum, setelah menunaikan ibadah haji pada tahun 1923, Ia mengganti nama dengan Bisri. Selanjutnya ia dikenal dengan nama Bisri Mustofa.

Pesantren Raudlatut Thalibin yang semula berlokasi di Kasingan dan dipindahkan ke leteh, Rembang, Jawa Tengah merupakan bentuk pesantren tingkat

rendah dan pesantren tingkat menengah. Demikian hal tersebut sistem Pendidikan pesantren dalam kurikulumnya diajarkan oleh K.H. Bisri Mustofa. Disamping itu, beliau juga membuka pengajian dikalangan, contohnya dikalangan masyarakat Rembang dan sekitarnya. Bahkan beliau juga disibukkan oleh kegiatan dakwah, dan menulis buku-buku atau kitab-kitab keagamaan yang dikonsumsikan dikalangan santri dan kalangan masyarakat umum.

Pesantren inilah K.H. Bisri Mustofa mulai mengawali Gerakan dakwah yang mulai terlihat dan semakin berkembang di kalangan masyarakat Rembang. Beliau juga mengajar kegiatan di pesantren yang oada umumnya dilakukan setelah waktu sholat fardhu. Masih banyak kegiatan yang beliau adakan, contohnya pengajian umum yang beliau adakan pada hari selasa-jumat pukul 10.00 WIB, dan ketika tanggal 14 hijriyah setiap bulannya. Beliau juga mengadakan ceramah-ceramah di luar kota di samping kegiatan itu. Beliau juga aktif berdakwah lewat media cetak. Karyanya yang paling tersohor adalah Al-Ibriz Lima’rifatul Tafsiril Qur`an Al-Aziz, sebuah kitab tafsir al-Qur’an.

Prinsip beliau di dalam mendidik sikap beragama dan bermasyarakat adalah “Yassiru wala tu’assiru”, yaitu dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah, beliau menggunakan medium Bahasa yang bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat awam. Hal ini bisa dilihat dari segi ceramahnya yang bisa diterima disemua kalangan. Beliau dapat menyampaikan gagasan-gagasan yang sulit di fahami dengan analogi-analigi sederhana yang dihasilkan dari peristiwa keseharian.

K.H. Bisri Mustofa adalah sosok yang gigih dan kreatif dan pengarang ynag produktif. Selain itu, beliau juga seorang muballig atau orator kondang yang sanggup menjelaskan persoalan rumit menjadi mudah serta memahamkan orang. Beliau berkecimpung dalam dunia politik. K.H. Bisri Mustofa merupakan politisi uang yang disegani pada zamannya. Kyai yang pernah menjabat anggota konstituante, Beliau wafat pada tanggal 17 Februari 1977 M/27 Shofar 1397 H.

Posting Komentar

0 Komentar