Apa itu Permakultur

Permakultur berasal dari "pertanian permanen" dan berarti berkelanjutan, yaitu desain berorientasi masa depan dan penggunaan tanah - dari petak kebun kecil ke seluruh dunia. Permakultur adalah tentang pengembangan sistem ekologi dan budaya yang produktif secara pertanian, mandiri untuk kebaikan planet bumi, untuk kebaikan alam dan manusia. 

Permakultur menunjukkan kemungkinan berkelanjutan untuk desain gaya hidup, lanskap dan ekonomi regional: di kota dan pedesaan, di taman, di balkon dan di pertanian, saat berbelanja, bertukar dan berbagi, saat membangun dan merenovasi, saat mengangkut dan mengemudi, dalam kehidupan sehari-hari, di tempat kerja dan di waktu luang Anda

Yuk kita simak pembahasan perihal prinsip permakultur yang wajib kita ketahui

Permakultur merupakan istilah pertanian yang sering kita dengar akhir-akhir ini dan sering pula dikaitkan dengan gaya hidup sehat dan kelestarian lingkungan. Tapi apakah Sobat Tania sudah mengetahui apa arti dan prinsip permakultur? Apabila belum, mari kita simak bersama penjelasan mengenai arti dan prinsip permakultur. Selamat membaca Sobat Tania! Baca juga Manfaat Pupuk Organik Untuk Tanah untuk mengetahui cara ramah lingkungan menjaga kesuburan tanah.

Permakultur memiliki konsep yang serupa dengan konsep pertanian terpadu dan pertanian organik, namun permakultur memberi penekanan pada desain, perencanaan pertanian, dan integrasinya dengan implementasi berupa praktek pertanian. Permakultur berangkat dari pemikiran Bill Mollison “Bekerjalah dengan alam, bukan melawannya”.

Proses desain ekologis untuk mewujudkan permakultur tersebut dapat diterapkan melalui metode dan langkah SADAR (Survey, Analisis, Desain, dan Rencana) dan TREO (Terapkan, Rawat, Evaluasi, dan Oprek). Langkah-langkah yang diterjemahkan secara komprehensif ini mengidentifikasi apa yang diperlukan, apa yang menjadi prioritas dan mendesak, kapan waktu pelaksanaannya, di mana lokasi yang tepat, dan bagaimana prosesnya.

Prinsip Permakultur

Etika permakultur meliputi (1) Peduli terhadap bumi, (2) Peduli terhadap masyarakat, (3) Peduli terhadap masa depan.

Prinsip-prinsip Permakultur diantaranya:

a. Komponen yang beraneka ragam

Ditujukan untuk menggabungkan jenis-jenis makanan, tumbuh-tumbuhan dan ternak yang bermanfaat ke dalam desain. Ini ditujukan untuk membangun kestabilan sebuah sistem polikultur yang interaktif dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia dan lingkungan sekitar.

b. Sumber-sumber biologi

Gunakan metode-metode dan proses-proses alami untuk menjalankan semua kegiatan. Cari bahan-bahan yang ada pada alam (tanaman, binatang, bakteri) seperti pupuk organik dari kotoran ternak atau cacing yang menyuburkan tanah sehingga mendukung rancangan sistem dan menghemat masukan energi dari luar.

c. Unsur ganda

Dukung setiap kebutuhan penting dalam berbagai cara, sehingga apabila ada salah satu yang gagal, tidak akan menghambat jalan proses yang lain. Juga, perlu diketahui bahwa hampir selalu ada beberapa cara untuk setiap proses. Contohnya pupuk organik tanaman bisa dihasilkan dari beberapa sumber seperti dari kotoran ternak yang dipelihara dan bisa juga dari cacing, sehingga apabila satu unsur mengalami kegagalan atau kekurangan masih bisa teratasi.

d. Fungsi Ganda

Kebanyakan bahan bisa digunakan dalam berbagai macam cara dan untuk berbagai macam fungsi. Satu peraturan pokok dalam permakultur adalah mencoba untuk merancang tiga fungsi untuk setiap unsur sistem. Ini akan menghemat ruang, waktu dan biaya.

e. Rangkaian alami

Bekerja sama dengan alam dan proses-proses alami. Pikirkan perkembangan ke depan dengan mengadakan penelitian dan observasi kalau diperlukan. Seperti menanam tanaman kacang-kacangan untuk menyuburkan tanah dan mengobservasi pengaruhnya terhadap tanaman lainnya yang ditanam.

f. Lokasi berhubungan

Tempatkan setiap unsur berhubungan agar bisa menguntungkan satu sama lain. Sebagai contoh, simpan alat-alat di tempat yang dekat dengan tempat penggunaannya.

g. Perencanaan energi

Penempatan unsur-unsur sebaik mungkin untuk menghemat energi (termasuk pupuk, air dan tenaga manusia). Seperti membuat kerangka kerja atau SOP untuk melakukan setiap aktivitas (pemupukan, penyiraman, membuat kompos, dll) sehingga dapat terukur dan efisien dalam pengerjaan.

h. Perputaran energi

Dalam sistem alami tidak ada limbah atau polusi. Sisa dari satu proses alami menjadi sumber untuk proses lainnya. Sedapat mungkin, daur ulang dan gunakan kembali semua sumber semaksimal mungkin.

i. Skala: Ciptakan sistem skala pelaksanaan permakultur yang terukur dan sesuai kemampuan. Pilih teknologi yang sederhana dan sesuai untuk digunakan dalam desain. Buatlah sistem yang bisa dilakukan, mulai dengan yang kecil dan ambil langkah-langkah yang mudah untuk mencapai tujuan yang ideal. Seperti apabila lahan terbatas bisa gunakan vertikultur atau akuaponik skala kecil yang sederhana.
Untuk menerapkan permakultur tentu kita memerlukan cara budidaya tanaman yang tepat, kita bisa menggunakan fitur Budidaya di Aplikasi Dokter Tania untuk mengetahui cara budidaya yang baik sehingga bisa menjadi pedoman dan acuan dalam melaksanakan permakultur.

Lihat Referensi

McKenzie, Lachlan, dan Lemos, Ego. 2006. Buku Panduan Untuk Permakultur Menuju Hidup Lestari. Bali: Yayasan IDEP.

Caritra.org (2017, 10 November). Memahami Lebih Dalam tentang Permakultur. Diakses pada 5 Oktober 2021permakultur

Posting Komentar

0 Komentar