Sejarah dan Tujuan Psikologi

Sejarah dan Tujuan Psikologi
Ditulis oleh Nurlaila Putri ziana

Psikologi

               Kata psikologi berasal dari bahasa yunani yaitu Psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Jadi secara etimologi psikologi adalah ilmu yang mempelajari tetang jiwa. Sedagkan secara terminologi psikologi merupaka salah  satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari tentang perilaku, fugsi mental, dan proses mental manusia melalui prosedur ilmiah.

               Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi mucul melalui sebuah perjalanan yang sangat panjang. Konsep psikologi dapat ditelusuri jauh ke masa yunani kuno. Psikologi memiliki akar dari bidang ilmu filsafat yang diprakarsai sejak zaman aritoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup   ( levens beginsel). Aritoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala-gejala kehidupan. Jiwa adalah usur kehidupan ( anima ), oleh karena itu setiap makhluk hidup memiliki jiwa. Sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, namun mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.

               Pada tahun 1879 Wilhelm Maximilian Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama di university of leipzig jerman. Wilhelm Wundt adalah bapak psikologi modern yang telah menjadikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri (otonom). Sebelum abad ke-19, psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat. Dengan berdirinya laboratorium ini, syarat psikologi sebagai ilmu pegetahuan dikatakan sudah memenuhi syarat. Sehingga tahun berdirinya laboratorium wundt di akui juga sebagai tanggal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan.

Melansir dari Simply Psychology, terdapat 4 tujuan dalam mempelajari psikologi, yaitu:

 1. Untuk mendeskripsikan

Tujuan psikologi yang pertama adalah untuk mendeskripsikan perilaku atau kognisi seseorang. Hal ini akan memungkinkan peneliti mengembangkan hukum umum perilaku manusia.

Misalnya, dengan mendeskripsikan respon anjing terhadap berbagai rangsangan, Ivan Pavlov membantu mengembangkan hukum pembelajaran yang dikenal sebagai teori pengkondisian klasik.

2. Untuk menjelaskan

Tujuan psikologi yang kedua adalah untuk menjelaskan bagaimana atau mengapa tren atau kejadian bisa terjadi. Psikolog akan mengajukan teori yang dapat menjelaskan suatu perilaku.

3. Untuk memprediksi 

Psikologi bertujuan untuk dapat memprediksi perilaku masa depan dari hasil temuan penelitian empiris. Jika prediksi tidak dikonfirmasi, penjelasan yang mendasari prediksi tersebut mungkin perlu direvisi.

Misalnya, pengkondisian klasik memprediksi bahwa jika seseorang mengasosiasikan hasil negatif dengan rangsangan, mereka dapat mengembangkan fobia atau keengganan terhadap rangsangan.

4. Untuk mengubah perilaku dan proses mental orang lain 

Setelah mendeskripsikan, menjelaskan dan membuat prediksi tentang perilaku, manusia, tujuan psikologi selanjutnya adalah mengubah atau mengendalikan perilaku.

Misalnya melakukan intervensi berdasarkan pengkondisian klasik, seperti desensitisasi sistematis, untuk mengobati orang dengan gangguan kecemasan termasuk fobia.


Posting Komentar

0 Komentar